Virus yang Menular ,Transisi Buruk Persib

11 views

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Virus yang Menular ,Transisi Buruk Persib - Lanjutan pertandingan Shopee Liga 1 2019 antara Persebaya Surabaya menjamu Persib Bandung mungkin adalah laga terburuk bagi coach Robert Rene Alberts selama kariernya di Indonesia. Bermain bersama dengan modal 1 kemenangan dan 3 hasil imbang pada mulanya yang mengakibatkan mereka dituntut menang, Maung Bandung justru tampil di bawah performa terbaik mereka. Empat gol yang bersarang tak mampu sekalipun dibalas.

Virus yang Menular ,Transisi Buruk Persib

Sorotan utama berasal dari pertandingan kali ini memang bukan seberapa baik lini depan Persebaya Surabaya mengonversi peluang yang mereka mampu jadi gol. Justru, sorotan utama jatuh ke buruknya lini pertahanan Persib dalam menangani serangan balik. Empat gol yang tercipta lewat hat-trick berasal dari penyerang impor Persebaya, Amido Balde, dan satu gol Irfan Jaya, semua lahir berasal dari serangan balik cepat.

Satu gol lewat sebuah sundulan dan tiga gol lewat akselerasi pemain yang seutuhnya dimulai berasal dari umpan terobosan, tunjukkan betapa buruknya lini pertahanan Persib dalam menangani serangan balik cepat di pertandingan ini. Namun, segi yang mengakibatkan kekalahan bukan hanya perihal tersebut.

Buruknya delay permainan yang dijalankan oleh lini sedang maupun lini depan Persib terhitung mengakibatkan pemain Persebaya bebas mengirim umpan terobosan terukur ke lini depan Bajul Ijo. Rahmat Hidayat, Otavio Dutra, Novan Setya, sampai Manu Dzhalilov yang mengirim asis senantiasa dalam posisi bebas kala akan mengirim umpan.

Hal selanjutnya pasti sebuah cacat besar bagi tim bersama dengan trik menyerang layaknya Persib, sebab rancangan bertahan berasal dari tim yang dominan bermain menyerang adalah bagaimana transisi bekerja kala akan terjadi serangan balik cepat.

Bagaimana dua full-back cepat ulang ke sektor mereka, bagaimana pemain depan terhitung winger cepat menutup ruang bagi pemain belakang lawan supaya tidak mampu laksanakan direct passing ke depan, sampai bagaimana gelandang bertahan harus bekerja keras menutup pergerakan playmaker lawan supaya tidak mampu leluasa mengirim serangan balik.

Semua itu harus diperhatikan untuk memelihara keseimbangan transisi permainan berasal dari sebuah tim, dan itulah yang tak nampak berasal dari permainan Persib di laga ini.

Ezechiel N’Douassel dan Rene Mihelic nampak malas mundur kala bola terebut berasal dari kawannya. Hariono dan Kim Kurniawan yang sering out of position mengakibatkan lini sedang lawan gampang mengirimkan umpan terobosan yang enak, sampai Bojan Malisic dan Saepuloh Maulana yang sering gagal laksanakan jebakan offside, dan tak mampu menutup pergerakan Amido Balde. Semua tak terjadi sesuai bersama dengan rancangan transisi permainan yang semestinya diinginkan pelatih.

Tentu ini masalah besar bagi coach Robert. Ini bukan tentang strategi, melainkan pemahaman taktikal berasal dari tiap individu pemain. Harus menanamkan ulang rancangan yang benar kala liga sedang terjadi pasti bukan perihal mudah, tapi sebab masalah transisi udah menghancurkan Persib di laga besar di Surabaya, pasti sang meneer harus berikan perhatian lebih untuk masalah ini.

Masalah yang dialami Persib di laga ini terhadap dasarnya bukan masalah baru di Liga 1.Bandar Bola Laga ini seakan jadi alarm keras bagi semua tim yang punyai tipe bermain menyerang.

Hampir semua tim yang punyai tipe bermain menyerang punyai masalah dalam rancangan transisi ke bertahan. Sebut saja Arema FC, Barito Putera, atau Persipura Jayapura. Ketiga tim ini punyai trik menyerang yang luar biasa. Namun rancangan transisi kala terjadi serangan balik yang jelek mengakibatkan mereka harus mengakhiri lebih dari satu laga bersama dengan hasil imbang atau lebih-lebih kekalahan.

Laga yang disaksikan pelatih timnas Indonesia, Simon McMenemy, ini terhitung pasti mengimbuhkan gambaran bagi mantan pelatih Bhayangkara FC itu tentang pemahaman rancangan taktikal berasal dari pemain Indonesia. Coach Simon yang tenar bersama dengan tipe permainan menyerangnya pasti harus lebih waspada dalam pilih pemain.

Semua pemain yang dipanggil tentulah harus mampu menyerang dan bertahan bersama dengan baik, sebab sepak bola modern, semua pemain harus terlibat dalam permainan baik bertahan maupun menyerang.

Laga kali ini pasti jadi peringatan keras bagi tim yang bersikukuh menggerakkan trik menyerang. Buruknya transisi udah menghancurkan Persib Bandung di laga ini.

Jika masalah selanjutnya tidak segera diperhatikan oleh pelatih Liga 1 lainnya, pasti tim bersama dengan serangan balik cepat layaknya Persebaya siap menerkam berasal dari balik kegelapan.

Tags: #Berita Bola #Persib